Di balik setiap peta yang akurat, terdapat proses panjang yang melibatkan perencanaan, teknologi, dan kerja sama lintas tim. Hal tersebut menjadi fondasi dalam pelaksanaan proyek Corporate Social Responsibility (CSR) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang bertujuan menghasilkan data geospasial untuk seluruh wilayah kabupaten dengan luas mencapai 350.000 hektar.
Proyek ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara PT Quancons Forensik Indonesia dan PT Widjaya Global Services (WGS84). Untuk mendukung target tersebut, empat unit Quantum Systems Trinity Pro dioperasikan secara bersamaan, dengan dua unit diterbangkan oleh tim Quancons dan dua unit lainnya oleh tim WGS84.
Dalam kolaborasi tersebut, WGS84 bertanggung jawab melakukan akuisisi data pada area seluas 100.000 hektar, yang berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 40 hari melalui sekitar 400 penerbangan. Seluruh misi dirancang menggunakan perencanaan mission block yang sistematis agar setiap area dapat dipetakan secara efisien dengan kualitas data yang tetap terjaga.
Mengerjakan proyek pada skala seperti ini bukan hanya persoalan menerbangkan drone. Tim harus menghadapi kondisi cuaca yang berubah-ubah, mengatur mobilisasi peralatan menuju lokasi-lokasi dengan akses terbatas, serta memastikan setiap blok pemetaan dapat diselesaikan sesuai jadwal. Perubahan cuaca yang terjadi hampir setiap hari menuntut penyesuaian rencana penerbangan secara cepat, sementara luasnya Area of Interest (AOI) mengharuskan tim berpindah lokasi operasi secara berkala selama proyek berlangsung.
Di tengah tantangan tersebut, koordinasi menjadi faktor yang sama pentingnya dengan teknologi. Setiap penerbangan diawali dengan pengecekan kesiapan sistem, evaluasi kondisi cuaca, validasi rencana misi, hingga pembagian area kerja yang jelas antar personel. Pendekatan ini memungkinkan seluruh operasi berjalan secara konsisten sekaligus meminimalkan potensi kendala di lapangan.
Setelah proses akuisisi selesai, data diproses melalui workflow fotogrametri untuk menghasilkan berbagai produk geospasial seperti Orthomosaic, Dense Point Cloud, Digital Surface Model (DSM), dan Digital Terrain Model (DTM). Setiap tahapan dilengkapi dengan proses quality control guna memastikan kelengkapan cakupan data sebelum diserahkan sebagai hasil akhir.
Salah satu pencapaian yang paling membanggakan dari keterlibatan WGS84 dalam proyek ini adalah keberhasilan menyelesaikan seluruh target area sesuai jadwal tanpa insiden crash, tanpa kehilangan data, dan tanpa kebutuhan pengambilan ulang akibat data yang tidak lengkap. Konsistensi tersebut menjadi hasil dari perencanaan yang matang, penerapan prosedur operasional yang disiplin, serta pengalaman tim dalam menangani operasi UAV berskala besar.
Bagi WGS84, proyek ini bukan sekadar tentang luas area yang berhasil dipetakan. Lebih dari itu, proyek ini menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah operasi geospasial ditentukan oleh kemampuan menjaga kualitas data, keselamatan operasional, dan kolaborasi yang solid di setiap tahap pekerjaan. Menjadi bagian dari pemetaan 350.000 hektar di Penajam Paser Utara merupakan wujud kontribusi nyata WGS84 dalam menghadirkan data geospasial yang andal untuk mendukung pengelolaan wilayah dan pembangunan yang berkelanjutan.






